Saluran air di Jalan Tunjungan, Surabaya, dipenuhi endapan limbah lemak dalam jumlah cukup banyak. Endapan itu ditemukan petugas Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya saat membersihkan saluran, seperti dilaporkan detikJatim, Senin (5/10/2026).

Endapan lemak diduga menumpuk sekitar tiga bulan

Koordinator lapangan petugas DSDABM Surabaya, Khoirul, menduga endapan di dasar saluran itu sudah lama menumpuk. Menurut dia, kemungkinan saluran tidak dibersihkan sejak awal sehingga kondisinya kini penuh.

Khoirul memperkirakan penumpukan berlangsung sekitar tiga bulan. Dalam rentang waktu itu, lemak bisa menggumpal pada IPAL, katanya kepada detikJatim.

Dugaan asal limbah dan masalah IPAL restoran

Menurut Khoirul, limbah dan tumpukan minyak tersebut diduga berasal dari restoran di sekitar lokasi. Ia menegaskan dugaan itu belum bisa dipastikan. Petugas masih menyisir saluran sambil mencari titik dengan endapan minyak terbanyak, sekaligus mencari pelaku usaha yang melanggar.

Pihaknya menilai ada persoalan pada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dikelola restoran di sepanjang kawasan itu. Kondisi tersebut, menurut dia, menyebabkan pembuangan bocor ke saluran air di Jalan Tunjungan.

Soal sanksi bagi restoran yang dinilai lalai, Khoirul menyerahkan kewenangan sepenuhnya kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Ia menyebut petugas DSDABM hanya bertugas membersihkan saluran.

Baca jugaDSABM Surabaya Kerahkan Ekskavator Mini ke Saluran Simo Pomahan, Pengerukan Dikejar Selesai Akhir Oktober 2026

Kendala kabel dan akar pohon di dalam saluran

Pembersihan diperkirakan memakan waktu cukup lama karena petugas masih menghadapi sejumlah kendala. Khoirul menyebut utilitas bawah tanah, seperti kabel dan akar pohon, sebagai hambatan yang sedang diatasi.

Kabel yang banyak di dalam saluran menyulitkan pekerjaan. Namun menurut Khoirul, akar pohon adalah yang paling sulit karena sudah mengikat dengan sedimen. Bagian saluran yang banyak akar pohonnya, kata dia, lebih sukar dibersihkan.

Pembersihan telah berlangsung sejak Rabu, 30 September 2026. Saluran sepanjang 900 meter itu akan dibersihkan secara berkala, dan Khoirul memastikan pekerjaan rampung sebelum musim hujan.

Imbauan bagi pelaku usaha demi cegah banjir

Khoirul meminta warga Surabaya, terutama pelaku usaha, tidak membuang sampah, limbah minyak, sisa makanan, dan sejenisnya ke saluran. Imbauan ini disampaikan untuk mengantisipasi penyumbatan yang dapat memicu banjir saat musim hujan.

Menurut dia, saluran yang bersih diperlukan agar aliran air tetap lancar ketika hujan turun. Tujuan pembersihan, katanya, adalah pengendalian banjir di Surabaya.

“Ini semata-mata digunakan untuk mengendalikan banjir, Surabaya tanpa banjir kalau bisa begitu”

— Khoirul, koordinator lapangan petugas DSDABM Surabaya

Hingga berita ini ditulis, pelaku usaha yang bertanggung jawab atas endapan lemak tersebut belum teridentifikasi dalam laporan detikJatim. Petugas masih melanjutkan penyisiran dan pembersihan di sepanjang saluran.