Sebanyak 15 penerbangan di Bandara Internasional Juanda terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan sepanjang 23 hingga 24 September 2026. Dari jumlah itu, sembilan penerbangan tertunda dan enam lainnya dibatalkan. Data tersebut disampaikan General Manager Bandara Juanda, Muhammad Tohir, seperti dilaporkan detikJatim.
Rincian penerbangan Juanda yang terdampak karhutla
Menurut Tohir, gangguan penerbangan itu dipicu dampak karhutla di wilayah Kalimantan. Karhutla sendiri merujuk pada kebakaran yang terjadi di kawasan hutan dan lahan. Tohir menyampaikan keterangannya pada Kamis (24/9/2026), sebagaimana dikutip detikJatim.
“Beberapa penerbangan di Bandara Internasional Juanda terdampak akibat kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan.”
— Muhammad Tohir, General Manager Bandara Internasional Juanda
Tohir lalu merinci jumlah gangguan yang tercatat sejak 23 September hingga 24 September 2026. Angka itu mencakup dua jenis gangguan, yakni keterlambatan dan pembatalan.
“Sejak 23-24 September 2026 total penerbangan yang terdampak terdapat 15 penerbangan, di antaranya sembilan penerbangan tertunda dan enam penerbangan yang dibatalkan.”
— Muhammad Tohir, General Manager Bandara Internasional Juanda
Tiga keterlambatan pada Kamis pagi
Khusus Kamis (24/9/2026) hingga pukul 09.15 WIB, tercatat tiga penerbangan mengalami keterlambatan. Ketiganya berangkat dari Surabaya menuju wilayah Kalimantan:
- Citilink QG484 rute Surabaya-Banjarmasin
- Batik Air ID 6135 rute Surabaya-Pangkalan Bun
- Nam Air IN192 rute Surabaya-Pangkalan Bun
Bandara Juanda sendiri berlokasi di Sidoarjo, tetapi ketiga penerbangan itu memakai rute yang berawal dari Surabaya. Tohir tidak merinci maskapai maupun rute untuk penerbangan lain yang tertunda atau dibatalkan pada periode tersebut.
Pemantauan dan koordinasi pengelola bandara
Manajemen Bandara Juanda disebut terus memantau kondisi penerbangan. Pengelola juga berkoordinasi dengan maskapai serta pihak-pihak terkait lainnya. Tohir menjelaskan hal itu dalam pernyataan penutup keterangannya.
“Manajemen Bandara Internasional Juanda terus melakukan pemantauan serta koordinasi secara intensif bersama maskapai dan stakeholder terkait untuk memastikan pelayanan kepada pengguna jasa tetap berjalan optimal.”
— Muhammad Tohir, General Manager Bandara Internasional Juanda
Hal yang belum dijelaskan sumber
Judul laporan detikJatim menyebut dampak asap karhutla, sedangkan keterangan Tohir yang dikutip menyebut dampak karhutla di wilayah Kalimantan tanpa menguraikan mekanismenya. Sumber juga tidak menyebut lokasi titik api secara rinci.
Laporan itu pun tidak menjelaskan apakah tiga keterlambatan pada Kamis pagi sudah termasuk dalam total 15 penerbangan yang dihitung sejak 23 hingga 24 September 2026.
Selain itu, belum ada informasi tentang jumlah penumpang terdampak, penanganan bagi mereka, tanggapan maskapai, maupun perkiraan kapan jadwal penerbangan kembali normal.
Sorotisu Surabaya akan memperbarui berita ini apabila ada keterangan lanjutan dari pengelola Bandara Juanda maupun pihak maskapai yang terlibat.


